Selasa, 4 Agustus 2026

Benarkah Micin Bikin Bodoh, Simak Fakta Ilmiah dan Batas Amannya

Anggapan bahwa konsumsi micin atau Monosodium Glutamat (MSG) dapat menurunkan tingkat kecerdasan terbukti hanya mitos belaka. Berbagai penelitian ilmiah serta penjelasan dari pakar kesehatan menegaskan bahwa MSG aman dikonsumsi asalkan sesuai dengan takaran wajar yang dianjurkan oleh badan kesehatan dunia.

Isu mengenai dampak buruk penyedap rasa terhadap kecerdasan telah lama menghantui masyarakat luas. Stigma negatif ini bermula dari laporan kasus tahun 1960-an terkait Chinese Restaurant Syndrome yang kemudian berkembang menjadi mitos penurunan fungsi kognitif.

Padahal, bahan dasar pembuatan micin berasal dari fermentasi sumber karbohidrat alami seperti tebu dan kentang oleh bakteri khusus. Proses tersebut menghasilkan zat glutamat alami yang tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan penurunan tingkat kecerdasan manusia.

"Anak jadi bodoh apa karena makan micin, itu tidak ada hubungan, itu mitos mungkin ya berbagai faktor anak jadi bodoh," ujar dokter spesialis gizi dr. Johanes Chandrawinata, SpGK, saat menjelaskan faktor eksternal lain seperti kebiasaan belajar.

Data global menunjukkan bahwa negara dengan tingkat konsumsi penyedap rasa tertinggi di dunia seperti Jepang, Korea Selatan, dan China tetap mencatatkan rata-rata skor IQ penduduk yang tinggi. Hal ini semakin memperkuat bukti bahwa tidak ada korelasi negatif antara MSG dan intelegensi.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan batas aman asupan harian MSG berkisar antara nol hingga 120 miligram per kilogram berat badan untuk dikonsumsi secara berkala.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.