Minggu, 13 September 2026

Mengenal Sejarah Bahasa Inggris, Dari Dialek Jermanik hingga Jadi Bahasa Global

Bahasa Inggris berawal dari peleburan dialek suku Jermanik di Abad Pertengahan Awal dan kini menjelma sebagai lingua franca global yang digunakan oleh miliaran orang. Pengaruh imperium serta perkembangan teknologi mempercepat penyebaran bahasa ini ke seluruh belahan dunia.

Bahasa Inggris merupakan bahasa rumpun Jermanik yang pertama kali dituturkan di Inggris pada Abad Pertengahan Awal. Saat ini, bahasa tersebut menjadi salah satu alat komunikasi paling dominan dan digunakan oleh sebagian besar penduduk di berbagai negara.

Perkembangan bahasa ini bermula dari kedatangan pendatang Jermanik, yakni suku Anglia-Sachsen, ke Pulau Britania Raya pada abad ke-5. Seiring berjalannya waktu, kosakata dan tata bahasanya banyak menyerap pengaruh dari bahasa Nordik Kuno serta Prancis Norman akibat serangkaian invasi.

"Bahasa Inggris modern memiliki kosakata yang sangat kaya karena mengalami perpaduan beragam bahasa di sepanjang sejarahnya," ujar salah seorang pengamat linguistik saat membahas evolusi kosakata.

Selain faktor sejarah kolonisasi oleh Imperium Britania, dominasi kebudayaan serta teknologi Amerika Serikat pada abad ke-20 turut mendongkrak posisi bahasa ini. Peran tersebut menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam dunia sains, diplomasi, hingga teknologi informasi.

Berdasarkan catatan kamus Oxford English Dictionary, terdapat lebih dari 250.000 kata berbeda di luar istilah teknis dan bahasa gaul. Hingga kini, bahasa Inggris tetap diakui sebagai salah satu dari enam bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.