Sabtu, 5 September 2026

Sidang Pembunuhan Anak oleh Ibu Kandung Buntu, Hakim Ketok Palu Mistrial di Massachusetts

Pengadilan Tinggi Plymouth di Massachusetts menyatakan sidang kasus pembunuhan tiga anak dengan terdakwa Lindsay Clancy berakhir dengan keputusan mistrial. Juri gagal mencapai mufakat setelah berunding selama sepekan penuh di tengah perdebatan sengit mengenai kondisi kesehatan mental terdakwa.

Hakim Pengadilan Tinggi Plymouth, William Sullivan, secara resmi menyatakan mistrial pada Jumat (4/9) setelah para anggota juri mengaku tidak mampu mencapai keputusan bulat atas kasus pembunuhan tiga anak di Duxbury, Massachusetts. Keputusan ini diambil usai proses perundingan intensif selama sepekan penuh di ruang sidang.

Pengumuman tersebut memicu ketegangan di area pengadilan menyusul perselisihan dramatis mengenai dugaan perpecahan suara di antara juri. Tim kuasa hukum terdakwa sempat melayangkan banding darurat ke Mahkamah Agung Yudisial Massachusetts untuk menolak pembatalan sidang, namun permohonan tersebut ditolak oleh Hakim Agung.

"Mereka tahu bahwa mereka telah dirampok oleh satu orang untuk kepentingannya sendiri," ujar pengacara pembela, Kevin Reddington, saat memberikan keterangan kepada awak media di luar gedung pengadilan.

Kasus ini berpusat pada peristiwa tragis pada Januari 2023 ketika ketiga anak Lindsay Clancy, yakni Cora, Dawson, dan bayi Callan, ditemukan tewas dengan kondisi terjerat. Pihak pembela berargumen bahwa terdakwa tidak bisa dimintai pertanggungjawaban pidana secara hukum karena mengalami gangguan jiwa berat berupa psikosis postpartum.

Sebaliknya, pihak jaksa penuntut umum bersikeras bahwa tindakan tersebut dilakukan secara terencana dan sadar. Jaksa menghadirkan sejumlah saksi ahli forensik yang menilai bahwa klaim halusinasi auditori terdakwa menunjukkan kejanggalan dalam rekam medis sebelumnya.

Dengan dikeluarkannya keputusan mistrial ini, status hukum terdakwa berada di titik netral tanpa adanya vonis bersalah maupun bebas. Jaksa penuntut umum memiliki kewenangan untuk kembali menggelar proses persidangan ulang dengan agenda peninjauan status lanjutan dijadwalkan pada 29 September mendatang.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.