Selasa, 4 Agustus 2026

Pemkot Bandung Bentuk Lima Kampung Siaga, Perkuat Mitigasi Bencana Sesar Lembang

Pemerintah Kota Bandung membentuk lima Kampung Siaga Bencana guna memperkuat sistem mitigasi menyusul tingginya potensi kerawanan akibat aktivitas Sesar Lembang. Wali Kota Bandung menekankan pentingnya membangun budaya siaga berbasis partisipasi masyarakat di tengah ancaman bencana.

Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah taktis memperkuat ketahanan wilayah dengan mendirikan lima Kampung Siaga Bencana di kawasan yang rawan terdampak aktivitas Sesar Lembang. Langkah preventif ini diambil mengingat sekitar 62 persen wilayah kecamatan di Kota Bandung berada di zona rawan bencana.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat tidak boleh dipandang sebelah mata atau sekadar urusan teknis pemerintah. Menurutnya, kesadaran kolektif harus ditanamkan agar setiap warga memiliki refleks cepat dalam menyelamatkan diri.

"Kesiapsiagaan menghadapi bencana harus berada dalam konteks kultural atau pembudayaan, bukan sekadar persoalan teknis semata," ujar Farhan saat memberikan arahan di Bandung.

Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong dan prinsip warga jaga warga menjadi fondasi utama dalam meminimalkan risiko korban jiwa. Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan masyarakat agar memprioritaskan tindakan penyelamatan dibandingkan merekam video untuk media sosial saat kejadian darurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Yorisa Sativa merinci kelima wilayah yang telah memiliki Kampung Siaga Bencana meliputi Kecamatan Mandalajati, Ujungberung, Cidadap, Sukasari, dan Coblong. Setiap lokasi kini dilengkapi Gardu Sosial, Lumbung Sosial logistik darurat, serta personel Taruna Siaga Bencana.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.