Selasa, 4 Agustus 2026

Kisah Penjual Balon Keliling di Bandung, Rela Dibayar Seikhlasnya Demi Dapur Tetap Ngebul

Ahmad, seorang penjual balon keliling di Kota Bandung, terpaksa membebaskan harga dagangannya demi mendapatkan uang untuk menyambung hidup. Mantan pedagang kopi ini harus berjuang menghadapi sepinya pembeli dan penghasilan yang tidak menentu setiap hari.

Tekanan ekonomi yang kian ketat memaksa Ahmad, seorang penjual balon keliling di Kota Bandung, mengambil keputusan tidak biasa. Ia sengaja tidak mematok harga tetap untuk balon yang dijajakannya agar tetap bisa membawa pulang uang ke rumah.

Setiap hari Ahmad mulai menjajakan dagangannya pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB dengan berjalan kaki menyusuri kawasan Arcamanik, Antapani, Jalan Riau, hingga Lapangan Gasibu. Namun, kerja keras berjam-jam tersebut sering kali tidak membuahkan hasil pasti akibat sepinya minat pembeli.

"Seikhlasnya saja, ada yang kasih sepuluh ribu rupiah, ada juga dua ribu rupiah, yang penting laku," ujar Ahmad saat ditemui di lokasi, Minggu (2/8/2026).

Pendapatan yang minim membuatnya kerap kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan terpaksa berutang di warung demi membeli bahan makanan pagi hari. Sebelum berjualan balon, Ahmad sempat menggantungkan hidup sebagai penjual kopi di Gasibu sebelum akhirnya gulung tikar akibat pandemi Covid-19.

Ahmad saat ini tetap mengandalkan rute jalan kaki membawa balon-balon warna-warni demi bertahan hidup sambil mengumpulkan modal untuk kembali membuka usaha warung kopi gerobaknya.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.