Mengenang Gloria Steinem, Tokoh Feminisme Dunia dan Warisan Perjuangannya
Dunia kehilangan salah satu tokoh penting gerakan perempuan setelah Gloria Steinem tutup usia pada bulan ini di umur 92 tahun. Kepergian sosok yang menjadi simbol feminisme Amerika Serikat selama dekade ini memicu gelombang duka serta apresiasi luas di berbagai platform media sosial.
Sebelum dikenal luas sebagai aktivis kawakan, Steinem memulai kariernya di dunia jurnalistik sebelum akhirnya terjun langsung memimpin gerakan sosial. Ia turut mendirikan majalah Ms. yang menjadi salah satu bacaan penting bagi kaum perempuan untuk menemukan kemandirian di tengah norma sosial yang mengekang.
Banyak tokoh publik dan mantan rekan kerja yang mengenang pribadinya sebagai sosok sederhana yang selalu berdedikasi tinggi terhadap perjuangan hak-hak perempuan. "Gloria selalu bersedia menggunakan pengaruhnya untuk membela orang lain tanpa pernah bersikap elitis," kenang salah satu rekan dekatnya.
Dalam berbagai kesempatan, ia dikenal memiliki sikap optimis dan menolak menyerah meski menghadapi situasi sosial politik yang sulit. Bagi rekan-rekan seperjuangannya, pendekatan penuh harapan ini menjadi penawar paling ampuh dalam melawan rasa takut serta keputusasaan.
Pendirian Women's Media Center pada tahun 2005 silam menjadi salah satu bukti nyata dari kepemimpinannya bersama para tokoh perempuan lain seperti Jane Fonda. Lembaga ini dibentuk agar representasi perempuan di ranah media massa semakin kuat dan memiliki daya tawar yang setara.
Warisan pemikiran Steinem terus hidup melalui berbagai organisasi nonprofit serta gerakan kesetaraan gender yang tersebar di banyak sektor profesional saat ini. Pesan utamanya mengenai pentingnya solidaritas antarmanusia tetap relevan dan menjadi panduan bagi generasi penerus.
Pengamat sosial menilai bahwa pengaruh besar Steinem terletak pada kemampuannya merangkul keberagaman serta memperjuangkan hak tanpa memandang latar belakang. Pendekatan inklusif inilah yang membuat gaung perjuangannya bertahan melintasi berbagai generasi.
Pemerintah federal AS serta berbagai yayasan sosial berencana menggelar malam penghormatan khusus untuk mengenang jasa-jasa besar mendiang Steinem pada akhir bulan ini di Washington.
Artikel Lainnya
Anita LeBrun, seorang penghuni panti jompo berusia 82 tahun di Minnesota, berhasil mengubah aturan hukum negara bagian s...
Penyanyi pop asal Amerika Serikat, Ariana Grande, memutuskan untuk beristirahat dari sorotan publik dan mundur dari proy...
Anggapan bahwa konsumsi micin atau Monosodium Glutamat (MSG) dapat menurunkan tingkat kecerdasan terbukti hanya mitos be...
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia merupakan lembaga negara yang memegang mandat dal...
Kementerian Sosial Republik Indonesia memegang peran vital dalam menangani urusan kesejahteraan masyarakat dan pengentas...