Biaya Kuliah Tembus 100 Ribu Dolar, Kampus AS Terancam Krisis Finansial
Sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat menetapkan tarif resmi atau sticker price yang melampaui angka 100 ribu dolar per tahun. Kendati tarif tersebut melonjak tinggi, banyak institusi pendidikan justru menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat penurunan pendapatan bersih.
Riset dari State Higher Education Executive Officers Association menunjukkan bahwa peningkatan biaya operasional dan penurunan jumlah pendaftar telah menciptakan tantangan finansial yang masif. Kondisi ini membuat sejumlah perguruan tinggi swasta berukuran kecil terpaksa gulung tikar dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini adalah bom waktu yang terus berdetak di sektor pendidikan tinggi," ujar David Greene selaku Presiden Colby College di Waterville, Maine, merespons tren penutupan kampus yang diprediksi akan semakin cepat.
Sebagian besar mahasiswa penuh di kampus-kampus mahal sebenarnya mengandalkan berbagai bentuk bantuan finansial atau diskon tarif agar bisa mengenyam pendidikan. Model bisnis yang menerapkan tarif tinggi sekaligus diskon besar ini dinilai semakin menggerus kesehatan finansial institusi pendidikan.
Berdasarkan data National Association of College and University Business Officers, rata-rata diskon uang kuliah untuk mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta mencapai 57 persen pada tahun akademik berjalan guna menarik minat calon peserta didik.
Pakar ekonomi pendidikan dari Texas A&M University, Emily Cook, menjelaskan bahwa perguruan tinggi terjebak dalam model transaksional yang menuntut mereka menaikkan tarif resmi sekaligus memperbesar porsi beasiswa demi memenuhi target penerimaan mahasiswa.
Sementara itu, peneliti senior American Enterprise Institute, Preston Cooper, menyebut sektor pendidikan tinggi sebagai salah satu industri yang paling minim transparansi harga bagi calon konsumen. "Sangat sulit bagi calon mahasiswa untuk mengetahui berapa biaya riil yang harus mereka bayar sebelum menerima surat penerimaan," jelasnya.
Data Departemen Keuangan dan riset independen mencatat bahwa lembaga pendidikan kini harus mencari sumber pendanaan alternatif melalui penggalangan dana besar-besaran demi menjaga kelangsungan operasional jangka panjang.
Artikel Lainnya
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia merupakan lembaga negara yang memegang mandat dal...
Bahasa Inggris berawal dari peleburan dialek suku Jermanik di Abad Pertengahan Awal dan kini menjelma sebagai lingua fra...
Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan wadah pendidikan formal bagi anak berusia enam tahun ke bawah untuk merangsang pertumbu...
Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU. resmi mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Indonesia untuk periode ...
Dua institusi pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, yakni SDN 2 Bojonggambir dan SMPN 1 Bantarkalong, berada dalam kondis...