Senin, 14 September 2026

Puluhan Warga Sumedang Keracunan Massal Usai Santap Makanan Jumat Berkah

Puluhan warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mendadak jatuh sakit dan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari kegiatan Jumat Berkah. Total terdapat 63 korban yang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat dengan sebagian di antaranya terpaksa ditangani di area lorong puskesmas akibat keterbatasan ruang.

Sebanyak 63 warga yang berasal dari Desa Marongge dan Darmawangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, harus dilarikan ke fasilitas medis pada akhir pekan ini. Mereka mengeluhkan gejala pusing, mual hebat, muntah, hingga diare secara bersamaan usai menyantap hidangan dalam acara pembagian makanan rutin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin mengungkapkan bahwa sebagian besar korban langsung mendatangi Puskesmas Tomo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selain itu, terdapat satu orang warga yang memilih mencari pengobatan secara mandiri ke wilayah tetangga di Majalengka.

"Ada 63 orang. Satu orang secara mandiri ke Cideres, Majalengka. Tapi sekarang sudah mulai membaik, 11 orang sudah keluar, sudah pulang karena kondisinya membaik," ujar Dikdik saat memberikan keterangan kepada awak media.

Lonjakan pasien yang datang secara beruntun membuat kapasitas fasilitas kesehatan kewalahan menampung seluruh korban. Pihak rumah sakit darurat dan puskesmas terpaksa menempatkan sebagian pasien menggunakan brankar di area lobi serta lorong bangunan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penambahan pasien baru, unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Palang Merah Indonesia langsung mendirikan tenda darurat di halaman puskesmas. Berdasarkan keterangan warga setempat, makanan tersebut dikemas dalam wadah kotak dan dibagikan usai pelaksanaan ibadah Shalat Jumat.

Hingga saat ini, pihak otoritas kesehatan setempat belum dapat memastikan secara spesifik pemicu utama insiden keracunan massal tersebut. Tim medis telah mengambil tindakan taktis dengan mengamankan sisa makanan untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.

"Kita belum bisa menentukan dari apanya. Sampel makanan sudah kita amankan dan kita akan periksa di laboratorium," pungkasnya.

Pihak berwenang telah menyerahkan seluruh sampel makanan ke balai pengujian resmi untuk mendeteksi kandungan zat berbahaya atau bakteri yang memicu reaksi keracunan pada puluhan korban tersebut.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.