Bursa Wall Street Bangkit, Indeks Saham Utama Kompak Menguat Akhir Pekan
Indeks utama bursa Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan setelah mengalami tekanan beruntun selama empat hari sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 509,19 poin atau 0,98 persen ke level 52.573,29.
Penguatan serupa juga dicatatkan oleh indeks S&P 500 yang menanjak 0,86 persen ke posisi 7.656,98. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq turut menguat 0,96 persen dan parkir di level 26.333,04.
Pergerakan positif ini terjadi di tengah data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen sebesar 0,4 persen pada Agustus secara bulanan. Sejumlah analis menilai bahwa kebijakan bank sentral masih akan berfokus pada stabilitas harga ke depan.
"Ini bukan lagi sekadar penyesuaian ekonomi mikro, melainkan langkah krusial untuk mengembalikan stabilitas harga setelah bertahun-tahun inflasi di atas target," ujar Seema Shah selaku ahli strategi global Principal Asset Management.
Selain pasar saham, harga minyak mentah dunia mengalami koreksi setelah sempat mencatatkan lonjakan akibat eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate turun 2,4 persen ke level 100,05 dolar Amerika Serikat per barel.
Di sisi lain, Departemen Keuangan Amerika Serikat melaporkan bahwa defisit anggaran tahunan negara tersebut mendekati angka dua triliun dolar menjelang akhir tahun fiskal. Lonjakan pembayaran bunga utang nasional menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar selain jaminan sosial.
Sejumlah emiten teknologi seperti Dell Technologies dan Shopify mencatatkan kenaikan harga saham yang cukup signifikan didorong oleh tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan. Sebaliknya, beberapa saham sektor kesehatan mengalami tekanan jual di lantai bursa.
Aktivitas perdagangan di New York Stock Exchange menunjukkan dominasi pembeli dengan jumlah saham yang menguat melampaui saham yang melemah dengan rasio sekitar dua banding satu. Pelaku pasar kini menanti perkembangan lanjutan dari kebijakan moneter global.
Artikel Lainnya
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara terkemuka di bidang teknologi informasi dan komunik...
Merek kue kering populer Ina Cookies memperingati hari jadi ke-34 dengan menyelenggarakan puncak Sayembara Cipta Rasa IN...
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan Jawa Barat pada Juli 2026 berada di level 2,72 persen dengan Indeks Harga...
Krisis pelayaran komersial pengangkut minyak di kawasan Timur Tengah memburuk secara drastis setelah rentetan serangan m...
PT Asuransi Tokio Marine Indonesia mengemas edukasi pencegahan risiko dan keselamatan rumah melalui acara interaktif di ...